Pengertian Server Side Scripting dan Penjelasanya

Pengertian Server Side Scripting – Server Side Scripting adalah sebuah bahasa pemrograman web yang pengelolaannya dilakukan di sisi server. Maksudnya adalah web server yang didalamnya telah mengintegrasi komponen web engine. Tugas web engine sendiri adalah memproses semua script yang termasuk Client Side Scripting di dalam dokumen web.

Server side scripting adalah HTML embedded yang berarti semua server side scripting dapat disisipkan dalam dokumen web yang sudah menggunakan HTML atau sebaliknya. Berikut ini adalah beberapa contoh pengertian server side scripting:

  • Active Server Pages (ASP) adalah sebuah bahasa pemrograman web milik Microsoft yang premium atau berbayar. Web engine jenis ini mampu memproses ASP engine yang terdapat dalam satu paket di dalam web server Internet Information (ISS) atau Personal Web Server (PWS).
  • Hypertext Preprocessor (PHP) adalah sebuah pemrograman web yang berbasis open source. Penemunya adalah rumus Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pemrosesan script jenis PHP di lakukan oleh PHP Engine yang harus di instal secara terpisah. Penggunaan PHP di dominasi oleh server Apache dan web server IIS.
  • Jasa Server Pages (JSP) adalah sebuah bahasa pemrograman web yang berbasis server side scripting pada platform Java. Perintahnya hampir sama dengan pemrograman Java.

Cara Kerja Side Scripting

Pengertian Server Side Scriping dan Penjelasanya
Pengertian Server Side Scripting (Image Source: Pixabay.com)
  1. User yang sudah melakukan request dari client web browser harus mengerti pengertian server side scripting 
  2. untuk mengakses sebuah halaman web (misal yanacirlce.com).
  3. Proses request ini akan dicari oleh web server, khususnya URL/Domain halaman web tersebut.
  4. Jika dokumen sudah ditemukan, maka web server akan mengecek apakah dokumen sudah di request oleh user yang menggunakan client side scripting. Jika dokumen tersebut berisikan dengan Client Side Scripting maka web server akan mengarahkan pemrosesnya ke sisi client / web browser.
  5. Mesin web engine akan memproses dokumen server side scripting tersebut dalam bentuk format dokumen HTML.
  6. Selanjutnya hasil pemrosesan akan dikembalikan lagi ke web server.
  7. Kemudian dilanjutkan oleh web server ke client / user yang merequest dokumen tersebut. Format akhir dokumen adalah format HTML. nah itu dia penjelasan tentang pengertian server side scripting.

Kelemahan Side Scripting

Pengertian Server Side Scripting dan Penjelasanya
Pengertian Server Side Scripting dan Penjelasanya
  • Penyusun sebuah aplikasi web. Komponen ini identik dengan perangkat lunak dan bahasa pemrograman yang digunakan dalam proses pembuatan aplikasi web statis maupun dinamis.
  • Karena semua prosesnya dilakukan oleh server, maka dibutuhkan spesifikasi perangkat komputer server yang cukup tinggi agar dapat memproses server side scripting dengan cepat.
  • Dibutuhkan kemampuan dalam pemrograman yang cukup berpengalaman dalam mempelajari Server Side Scripting.
  • Tidak memiliki kemampuan untuk membuat desain atau layout halaman web yang menarik.

Kelebihan Side Scripting

  • Memiliki sistem keamanan yang cukup bagus. Hal ini karena kode sumber server side scripting di simpan dalam web server yang sudah ada di sisi server, sehingga pengunjung tidak dapat melihat kode sumber server side scripting dari web browser.
  • Memunculkan traffic pada jaringan. Ketika user melakukan request ke server maka yang akan dikirimkan ke user adalah hasil pemrosesan saja, karena proses sudah dilakukan oleh sisi server.
  • Mampu mendukung banyak program basis data / database management system (DBMS).
  • Mampu menjalankan semua sistem operasi (cross platform).
  • Tidak bergantung pada jenis web browser yang akan digunakan, karena script dikelola pada sisi server / web server.

Komponen Penyusun Web

Berikut ini adalah beberapa komponen-komponen yang dapat menyusun Bahasa Pemrograman / Scripting Language

Terdapat dua kategori script yang dibutuhkan untuk membuat aplikasi web, di antaranya:

  • Client side scripting, contoh hasil dari sistem tersebut berupa Hypertext Markup Language atau HTML, Cascading Style Sheet (CSS), JavaScript, jQuery. Untuk Client Side Scripting dilakukan dengan cara sisi client oleh web browser langsung, karena didalamnya sudah terdapat library yang mampu mengenali semua perintah client side scripting.
  • Server Side Scripting, contohnya seperti Active Server Pages (ASP), PHP, Hypertext Preprocessor (PHP), Java Server Pages (JSP). Cara kerja Server Side Scripting adalah dilakukan oleh modul yang disebut dengan web engine.
  • Untuk membuat web statis script yang dibutuhkan adalah jenis script Client Side Scripting. Sedangkan untuk pembuatan web dinamis bisa menggunakan Server Side Scripting maupun Client Side Scripting.

Nah berikut diatas merupakan artikel dari sarjanatua.com tentang pengertian server side scripting.

Bagikan:

On this occasion, allow me to make an introduction to who I am. My name Muhammad Luqman H. I Student in University Teknologi of Yogyakarta.